| Sumber Gambar: Dokumentasi BPK Barebbo, 2012. |
Pupuk organik cair merupakan larutan dari hasil pembusukan limbah-limbah
organik, termasuk limbah tanaman. Pupuk organik cair umumnya tidak
merusak tanah dan tanaman meskipun sering dipakai. Di lain pihak,
tingginya produksi pertanian kita khususnya di Kabupaten Bone membuat
limbah pertanian juga tinggi, sehingga sangatlah disayangkan apabila
tidak dimanfaatkan. Sebagai salah satu materi dalam kursus tani, maka
pada tanggal 1 Februari 2012 Badan Pelaksana Penyuluhan Pertanian,
Perikanan dan Kehutanan (BP4K) Kab. Bone mengadakan demonstrasi
pembuatan pupuk organik cair yang dipusatkan di Kec. Barebbo, dengan
harapan masyarakat petani menjadi lebih paham mengenai cara pengolahan
limbah tanaman menjadi pupuk organik dan dapat mengaplikasikannya pada
tanaman mereka.
Pengolahan Limbah Organik
Alat : Drum plastik, karung, ember, jerigen, parang/ pisau.
Bahan :
- Sabut kelapa (5kg)
- Kulit Coklat Kering (5kg)
- Daun Gamal/ ambas (5kg)
- Pokok/ batang pisang
- Limbah buah-buahan manis
Mis . : Nenas busuk (1 buah), pepaya busuk (1 buah),pisang busuk (6 sisir), nangka busuk (1 buah)
- Rebung Bambu (2 buah)
- Pucuk Labu
- Gula pasir (1/2 kg)
- Mikroba Starter (Mis : EM4,Starbio, Starbio Plus)
- Air Biasa + 100 liter
- Air Kelapa dari 5 buah kelapa
- Air cucian beras + 20 liter
Pengolahan Limbah Organik
Alat : Drum plastik, karung, ember, jerigen, parang/ pisau.
Bahan :
- Sabut kelapa (5kg)
- Kulit Coklat Kering (5kg)
- Daun Gamal/ ambas (5kg)
- Pokok/ batang pisang
- Limbah buah-buahan manis
Mis . : Nenas busuk (1 buah), pepaya busuk (1 buah),pisang busuk (6 sisir), nangka busuk (1 buah)
- Rebung Bambu (2 buah)
- Pucuk Labu
- Gula pasir (1/2 kg)
- Mikroba Starter (Mis : EM4,Starbio, Starbio Plus)
- Air Biasa + 100 liter
- Air Kelapa dari 5 buah kelapa
- Air cucian beras + 20 liter
Cara Pembuatan :
- Sediakan drum dan karung masing-masing 1 buah, di mana karung yang dimasukkan ke dalam drum berfungsi sebagai saringan awal.
- Mula-mula seluruh bahan dipotong sekecil mungkin lalu masukkan seluruh bahan ke dalam karung
- Apabila karung sudah ada di dalam drum, tuangkan air kelapa, air cucian beras, larutan tetes tebu/ gula pasir ½ kg dan tambahkan air biasa secukupnya hingga seluruh bahan dalam karung terendam, kemudian aduk.
- Karung kemudian diikat erat-erat dan tutup rapat drum tersebut
- Lakukan pengadukan setiap hari selama 2 (dua) minggu dan ingat lagi untuk menutup erat-erat
- Pada tahap akhir, bahan yang ada di dalam karung ditiriskan dan dipisahkan dari larutan
- Penyaringan dilakukan untuk memisahkan ampas yang masih ada
- Setelah jadi, maka pupuk organik cair tersebut dimasukkan dalam jeregen
- Pemberian pada tanaman tidak ada aturan pasti, karena pemberian yang berlebih umumnya tidak merusak lingkungan.
Ciri-ciri pupuk organik cair yang telah jadi :
- Cairan yang dihasilkan jernih dan berwarna coklat kemerahan
- Memiliki aroma harum seperti tape dan terdapat busa-busa berwarna putih pada permukaan cairan organik.
Sebagai tambahan, limbah tanaman yang digunakan disesuaikan dengan jenis
tanaman yang memiliki produksi yang melimpah. (Lamading, SP)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar