| Potensi Kemangi (Ocimum americanum L.) Sebagai Pestisida Nabati |
Beberapa
contoh bahan baku pestisida nabati antara lain: Tembakau, Kenikir,
Pandan, Kemangi, Cabe Rawit, Kunyit, Bawang Putih, Gadung, Sereh dll. Kemangi
merupakan salah satu bahan alami yang dapat dimanfaatkan sebagai
pestisida nabati yang sangat berperan dalam mengendalikan hama kutu dan
ulat.
Tanaman
kemangi berdasarkan senyawa utama (bahan aktif) dalam minyak yang
dimilikinya, maka dapat dibedakan menjadi 4 tipe yaitu: (1) tipe Eropa
(methyl chavicol, linalool), (2) tipe Reunion (methyl chavicol, camphor),
(3) tipe methyl cinnamate, dan (4) tipe eugenol (eugenol). Senyawa
methyl eugenol tertinggi terdapat pada tipe eugenol yang berfungsi
sebagai penarik (atraktan) lalat buah (B. Dorsalis) senyawa utama tersebut mampu menarik hama lalat buah jantan masuk ke dalam perangkap. Selain berperan sebagai atraktan, pestisida nabati dapat diaplikasikan dengan cara yang sangat sederhana yaitu dengan mengumpulkan
daun kemangi segar, kemudian dikeringkan. Setelah kering, baru direbus
sampai mendidih, lalu didinginkan dan disaring. Hasil saringan siap
diaplikasikan sebagai pestisida untuk pengendalian hama dan ulat di
areal pertanaman, untuk hasil yang lebih optimal dengan memanfaatkan
campuran bahan baku pestisida nabati sebagai berikut:
Bahan :
Cara Pembuatan :
Pengaplikasian /dosis pemakaian :
Dari hasil penelitian lainnya dengan pengaturan pola tanam kemangi dengan kubis mampu menurunkan intensitas serangan hama Plutella xylostella
dan mampu meningkatkan produksi tanaman kubis secara organik. Tanaman
kemangi tidak hanya baik untuk pertumbuhan tanaman kubis namun juga
berperan menekan populasi hama Plutella xylostella. Hal ini disebabkan karena kemangi mengandung fenol (tynol) yang cukup tinggi mencapai
22,9-65,5 mg/g berat kering yang mampu berfungsi sebagai repellent dan
anti mikrobial. Dengan kemampuannya menekan populasi hama maka kemangi
menyebabkan tanaman kubis tumbuh dengan baik, dan tidak menganggu
pertumbuhan tanaman.
Kebutuhan
bahan baku cukup melimpah di alam dan sangat murah. Oleh karena itu
diperlukan sosialisasi baik melalui penyuluhan maupun pelatihan dan
demplot sebagai upaya untuk menyebarkan informasi tentang potensi suatu
bahan ekstrak tumbuhan sebagai pestisida nabati dengan menggalakkan dan
mengembangkan teknik ekstraksi sederhana yang dapat dilakukan oleh
petani untuk mengendalikan hama secara individu dan kelompok. Selain
itu, dukungan pemerintah melalui kebijakan yang mengarah kepada
pemanfaatan pestisida nabati untuk keperluan pengendalian hama, terutama
pada sistem pertanian organik juga sangat diperlukan sehingga
masyarakat dapat terlindungi dari residu pestisida kimia.
|

