TEKNIK PENGENDALIAN PENGGEREK BATANG PADI
Penggerek batang padi merupakan hama utama tanaman padi di Indonesia.
Di dunia terdapat 21 spesies penggerek batang yang beradaptasi pada
agroekosistem padi, sedangkan di Indonesia terdapat enam spesies yang
terdiri dari lima famili Pyralidae dan satu spesies dari famili Noctuidae.
Keenam spesies tersebut adalah penggerek batang padi kuning Scirpophaga incertulas Walker, penggerek batang padi putih Scirpophaga innotata, penggerek batang padi bergaris Chilo suppressalis Walker, penggerek batang padi kepala hitam Chilo polychrysus Meyrick, penggerek batang padi berkilat Chilo auricilius Dudgeon, dan penggerek batang padi merah jambu Sesamia inferens Walker.
Penggerek batang menyerang tanaman padi sejak di persemaian hingga
tanaman pada stadia matang. Semua spesies penggerek batang melalui
metamorfosa sempurna sehingga siklus hidupnya terdiri atas stadia telur,
larva, pupa, dan dewasa atau imago. Larva merupakan stadia yang
menggerek tanaman dan menimbulkan kerusakan. Imago bersifat nocturnal,
yaitu aktif di malam hari dan disebut ngengat atau moth.
Semua spesies penggerek batang padi menjalani proses yang sama, yaitu
telur diletakkan pada daun atau pelepah daun. Larva yang baru menetas
dari telur, yaitu larva instar 1, bergerak ke dalam tanaman melalui
celah antara pelepah dan batang dan menuju bagian tengah anakan padi.
Sebagian larva mengeluarkan benang halus dan dipakai untuk bergelantung
pada bagian ujung daun dan berayun-ayun sampai ke rumpun padi yang lain
atau permukaan air.
Larva hidup dalam tanaman sampai instar ke-5 atau ke-6 larva,
bergantung pada lingkungan dan larva pindah dari satu tunas ke tunas
lainnya.
Spesies penggerek batang padi yang beradaptasi pada satu
agroekosistem akan mejadi spesies yang dominan. Dari enam spesies
penggerek batang yang ditemukan pada tanaman padi di Indonesia, empat di
antaranya lebih dominan. Keempat spesies tersebut adalah penggerek
batang padi kuning, penggerek batang padi putih, penggerek batang merah
jambu, dan penggerek batang bergaris.
Pengendalian hama penggerek batang padi mengedepankan konsep
Pengendalian Hama Terpadu (PHT), sawah yang selalu tergenang air adalah yang paling disukai dan bahkan penularannya ke tanaman sehat sangat cepat, jadi cara alami yang paling efektif adalah mengeringkan permukaan sawah sampai benar benar kering. Apabila ini belum bisa dikendalikan juga maka jalan terakhir adalah penggunaan insektisida, merk yang cukup efektif mengendalikan penggerek batang adalah SPONTAN dengan penggunaan sesuai dosis pada label. Dalam hal ini pengendalian difokuskan
pada hama sasaran dengan mempertimbangkan kelestarian ekosistem. PHT
pengger. ek batang padi memerlukan bioekologi setiap spesies penggerek dan
teknologi pengendalian sebagai komponen PHT.
Sumber: www.bbpadi.deptan.go.id

Tidak ada komentar:
Posting Komentar