BUDI DAYA PADI SAWAH NON HIBRIDA DILAHAN SAWAH TADAH HUJAN
SISTEM TANAM JAJAR LEGOWO 2 : 1 DAN 4 :1 di KECAMATAN ANYAR KABUPATEN
SERANG BANTEN
Disusun oleh : Agung Lili Saputra, A.Md
- Persiapan Lahan
Sebelum padi di tanam dilahan terlebih dahulu tanah sawah di bajak
sedalam 20-30 cm. Pematang dibersihkan pula dari rumput dan telur-telur
keong mas. Pada saat proses pembajakan awal telah selesai tanah kemudian
di garu untuk dihaluskan agar mudah ditanami padi, kemudian diratakan.
Buat kemalir disisi petakan untuk menggiring keong agar mudah
dikendalikan sehingga tidak mengganggu tanaman.
- Persiapan Persemaian
Lahan untuk persemaian disiapkan sesuai dengan luasan lahan dan benih
yang dibutuhkan, untuk luasan lahan 1 ha dibutuhkan luas semaian 400 M2 atau
4 % dari lahan yang akan ditanami. Benih yang dibutuhkan untuk 1 ha
antara 22 – 25 Kg ( 5 kantong benih ukuran 5 Kg/kantong ).
- Persiapan Benih
Sebelum disebar pastikan benih yang akan ditanam adalah benih unggul,
bersertifikat dan bermutu. Jangan dibiasakan mengunakan benih turunan
hasil panen. Ciri-ciri benih yan baik bias dilihat dari bentuk fisiknya
yang mengkilap bersih dan berisi. Untuk memilih benih yang baik lakukan
langkah-langkah sebagai berikut :
- Siapkan air , garam dan telur bebek.
- Masukan garam dan telur bebek kedalam air, perhatikan telur bebek jika masih tenggelam tambahkan garam sampai telur terapung.
- Setelah telur telah terapung, ambil dan masukan benih yang telah disiapkan, benih yang tenggelam adalah yang bagus untuk ditanam sedangkan yang mengapung dibuang.
Benih direndam selama 8 jam ,ditiriskan , kemudian di peram 24 – 36
jam yang biasa di sebut proses togenisasi dalam wadah karung goni,
tampah yang ditutup daun pisang. Untuk mencegah serang hama penyakit
benih dapat disemprot dengan larutan insektisida dan fungisida dengan
konsentrasi 0,1%/ lt.
- Penanaman
Dalam metode tanam pindah atau TaPin umur benih siap dipindahkan antara
14-21 hari selama disemaian. Ada baiknya disemprot insektisida
terlebih dahulu 2 hari sebelum tanam dengan konsentrasi 0,1 %/ Lt.
persiapan sebelum tanah hendaknya lahan sawah di garit terlebih dahulu
menggunakan kencaan . ukuran kencaan 20 cm. dengan system tanam legowo 2
: 1 ( jarak tanam 20 x 10 cm ) akan menghasilkan populasi tanaman
sebanyak 333 ribu, sedangkan legowo 4 : 1 ( jarak tanam 20 x 10 cm )
akan menghasilkan populasi tanaman sebanyak 400 ribu setiap 1 ha. Jumlah
benih yang ditanam tidak lebih dari 3 buah per lubang.
- Pemupukan
Dalam melakukan pemupukan untuk padi sawah sebaiknya petani mengenal
dahulu 6 tepat dalam kegiatan pemupukan ( tepat jenis, sasaran, dosis,
waktu, cara, dan mutu ). Ada 3 tahap pemupukan untuk tanaman padi yang
baik dilakukan oleh petani untuk mendapatkan hasil yang memuaskan.
- Tahap 1
Dikatakan sebagai pemupukan dasar. Pupuk yang diberikan adalah pupuk
organic dan pupuk anorganik seperti TSP atau SP 36. Bias diberikan saat
proses penggaruan yang kedua kalinya
- Susulan 1
Pupuk susulan pertama terdiri dari urea, NPK dosis sesuai rekomendasi,
diberikan saat padi berumur 15 – 28 HST ( hari setelah tanam ) biasa
dilakukan saat penyiangan ( gasrok )
- Susulan ke 2
Diberikan saat tanaman berumur 40 – 58 HST, nyaitu Urea dan NPK dengan dosis sesuai rekomendasi.
- Pemeliharaan
Pemeliharaan rutin yang bisa dilakukan adalah pengamatan air, hama dan
penyakit serta kebersihan lahan. Kondisi air saat bibit akan ditanam dan
pemupukan adalah macak-macak, air mulai diberikan saat telah ditanam,
dan setelah dipupuk dengan tinggi 5 cm. Setelah pemupukan kedua kondisi
air dibiarkan tergenang dan dibiarkan sampai dengan panen.
- Pengendalian HPT
Pengendalian Hama dan Penyakit mulai dilakukan sejak dipersemaian
hingga panen, hal yang paling mudah dilakukan adalah pengamatan.
Beberapa jenis hama yang paling sering menyerang adalah penggerek batang
( sundep, Beluk) HPP, Wereng Coklat dan Hijau pengendalian sesuai
rekomendasi POPT, sedangkan penyakit Seperti Kresek, Blast dan Kerdil
Rumput, Pengendalian sesuai rekomendasi POPT
- Panen dan Pasca Panen
Panen dilakukan ketika waktu telah cukup untuk dipanen, ciri yang mudah
diketahui adalah ketika gabah sudah terisi penuh dan menguning dan
sebagian daun juga telah menguning. Panen dilakukan dengan cara di gebot
menggunakan mesin perontok, maupun alat perontok sederhana. Dari
beberapa percobaan demplot di areal sawah yang ada di Kecamatan Anyar
diperoleh hasil rata-rata untuk varietas ciherang 6 – 7 ton/ha GKP,
Varietas Inpari 10 8 – 9 ton/ha GKP, dan Hibrida DG 9 SHS 8 8 – 10
ton/ha GKP
Tidak ada komentar:
Posting Komentar